Minggu, 21 September 2014

DNS SERVER



TUJUAN
-          Memahami apa itu dns server denga type master
-          Mengkonfigurasi DNS server type master

ALAT
-          Virtual box
-          Iso debian
-          Paket install bind9

LANGKAH

1.      Konfigurasi ip address kalian
 





2.      Sesudah di konfigurasi ip jangan lupa restart

3.      Susudah restart teman2 install paket bind9

4.      Nah sesudah terinstall konfigurasi seperti gambar, buka file /etc/bind/named.conf.local


 

5.      Kemudian masuk folder /etc/bind .copy file db.local jadi file yang di tuju di konfigurasi named.conf.local ,yang tadi

 



6.      Edit konfigurasi pada db.john1

 





7.      Edit konfigurasi pada johandua

 




8.      Reload bind 9 nya

9.      Kita lihat hasil dengan nslookup

 







KESIMPULAN

-          DNS berfungsi untuk penerjemah ip menjadi domain yang sangat mudah untuk di ingat


Senin, 18 Agustus 2014

IP v6

d Apa itu IPv6?

IPv6 adalah standar Internet Protocol generasi baru yang mulai dibentuk sejak tahun 1994. IPv6 memiliki kombinasi alamat sebanyak 2^64^6, cukup untuk memberikan setiap orang di dunia ini dengan sebuah alamat IP yang unik. Hal tersebut memungkinkan setiap peralatan rumah tangga untuk mendapatkan alamat IP masing-masing. Selain itu, IPv6 juga telah memiliki fitur keamanan yang lebih baik daripada IPv4. Struktur jaringan IPv6 pun lebih fleksibel daripada struktur yang ada saat ini, karena masing-masing titik dapat mengalokasikan alamatnya masing-masing.
Mengapa IPv6 menjadi penting?
Tren Internet saat ini adalah peningkatan dalam koneksi yang selalu tersedia (always on), peningkatan peralatan yang menggunakan alamat IP, kebutuhan akan alamat IP publik/global, serta berkurangnya biaya koneksi. Tren ini akan mengakibatkan krisis alamat IP, yang kemudian diselesaikan dengan teknologi IPv6.
Sebagai gambaran singkat, jika setiap peralatan rumah tangga dapat memiliki alamat IP masing-masing dan berpartisipasi dalam sebuah komunikasi yang aman, maka terbuka peluang usaha untuk banyak jenis layanan baru. Implementasi teknologi IPv6 dalam peralatan tersebut tidak akan mengalami hambatan serius, sebab IPv6 merupakan hasil pengembangan dari teknologi IPv4 yang sudah digunakan sejak 1980-an.
Industri elektronik Jepang dihadapkan pada tiga tantangan: operator Internet tidak akan memberikan layanan IPv6 sebelum terdapat cukup aplikasi dan pengguna; produsen barang elektronik tidak ingin membuat produk yang kompatibel dengan IPv6 tanpa cakupan dan pengguna yang cukup; dan pengguna akhir tidak akan memanfaatkan teknologi ini jika mahal.
Ketiga tantangan tersebut menciptakan sebuah keadaan ayam dan telur. Masing-masing saling bergantung satu sama lain. Untuk memutuskan siklus tersebut, maka beberapa inisiatif implementasi IPv6 mulai gencar dilakukan. Salah satu inisiatif tersebut adalah implementasi IPv6 pada jaringan di ITB.
Kelayakan Bisnis
Dalam perspektif bisnis, implementasi IPv6 memungkinkan penghematan biaya operasi jaringan, seperti konfigurasi alamat otomatis dan ketidakterbatasan alamat IP, serta memungkinkan sumber pendapatan baru dari VoIP serta P2P. Keunggulan ini bukan tanpa hambatan. Operasi IPv6 membutuhkan perubahan perangkat (keras dan/atau lunak), pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan IPv4, sebab masih banyak layanan IPv6 yang berjalan di atas IPv4.
Tetap beroperasi pada teknologi IPv4 murni akan mengakibatkan biaya operasi yang semakin tinggi di masa yang akan datang. Teknologi tua dan kelangkaan alamat akan menimbulkan biaya kesempatan (opportunity cost) yang semakin lama semakin besar daripada biaya migrasi ke IPv6.
Kesimpulan
Keputusan untuk melakukan migrasi ke IPv6 masih berada pada posisi yang seimbang. Secara teknis, IPv6 memperbaiki banyak hal yang dihadapi saat ini. Tetapi secara bisnis, masih terlalu dini untuk memperkirakan biaya migrasi untuk mencapai tingkat penggunaan IPv6 yang optimal. Dalam jangka panjang, IPv6 akan menggantikan IPv4 secara global karena keunggulannya, dan mau tidak mau, kita harus mulai memahami konsekuensi teknis dan bisnis dari teknologi ini.

Sumber : http://id.ipv6.wikia.com/wiki/Apa_itu_IPv6%3F

Dynamic Routing

Dynamic routing adalah fungsi dari routing protocol yang berkomunikasi dengan router yang lain untuk saling meremajakan (update) tabel routing yang ada. Dengan demikian, administrator tidak perlu melakukan updating jalur (path) jika terjadi perubahan jalur transmisi (path). Dynamic routing umumnya digunakan untuk jaringan komputer yang besar dan lebih kompleks.
Dynamic routing di bagi menjadi 2, yaitu:
1. Interior Gateway Protokol
2. Exterior Gateway Protokol
Open Shortest Path First (OSPF) adalah routing dinamic yang masing router memiliki tabel daftar ID dari router-reiuter yang terkoneksi. Jalan yang akan di lalui adalah route yang nilainya terpendek (sesuai dengan namanya). Routing model ini termasuk smart route karena jika terputus akan mencari jalan lain secara otomatis.
Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) adalah routing protokol distance vector yang dibuat oleh Cisco. IGRP mengirimkan update routing setiap interval 90 detik. Update ini advertise semua jaringan dalam AS.
Routing Information Protocol (RIP) adalah protokol routing dinamik yang berbasisdistance vector. RIP menggunakan protokol UDP pada port 520 untuk mengirimkan informasi routing antar router. RIP menghitung routing terbaik berdasarkan perhitungan HOP. RIP membutuhkan waktu untuk melakukan converge. RIP membutuhkan power CPU yang rendah dan memory yang kecil dari pada protocol yang lainnya


dynamic routing merupakan metode yang paling umum digunakan. Mengapa? Karena jika kita menggunakan metode static routing maka kita harus mengkonfigurasi semua router secara manual dan ini tidak mungkin untuk seorang network administrator. Dengan menggunakan metode static routing kita membutuhkan banyak konfigurasi, sedangkan pada dynamic routing kita dapat mengkonfigurasi seminimal mungkin. Jadi sangat dimungkinkan metode dymanic routing untuk mengembangkan bagaimana router berkomunikasi dengan protocol yang digunakan. Dynamic IP routing adalah cara yang digunakan untuk melepaskan kewajiban mengisi masukan masukan ke routing table secara manual.
Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi Routing table, tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan datagram ke arah yang benar.
Remote network dapat dikategorikan di tabel routing dengan menggunakan protokol dynamic routing.

Sumber: 
http://hendipradana96.blogspot.com/2013/04/pengertian-dynamic-routing.html

Frame Relay

Apa itu Frame Relay ?

Frame Relay

merupakan protocol WAN yang mempunyai performance tinggi yang bisa memberikan koneksi jaringan WAN mencapai 2,048 Mbps ( bahkan lebih ) ke berbagai belahan dunia. Frame relay menggunakan circuit virtual untuk koneksi site - site dan memberikan lebar pipa bandwidth berskala yang bisa dijamin ( menggunakan Commited Information Rate ).

Frame relay didesign untuk transmisi digital melalui medium yang sudah handal, yang pada umumnya menggunakan media fiber optic, dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan X.25 yang dianggap sudah tidak handal.


Berikut ini adalah beberapa fitur utama dari frame relay :

1. Memberikan deteksi error tapi tidak memberikan recovery error
2. Memberikan transfer data mencapai 1.54 Mbps
3. Mempunyai ukuran paket yang bervariasi ( yang disebut frame )
4. Bisa digunakan sebagai koneksi backbone pada Jaringan
5. Bisa diimplementasikan melalui berbagai macam koneksi sambungan
6. Beroperasi pada layer Physical dan layer Data Link pada model referensi OSI

Ketika anda mengimplementasikan protokol frame relay pada koneksi jaringan, anda akan diberikan level layanan yang disebut CIR - commited Information Rate. CIR adalah suatu batas jaminan maksimal rate transmisi yang akan anda terima dalam jaringan frame relay. Jika traffic sedang rendah anda bisa mengirim data dengan cepat seakan melebihi batas maksimal CIR. Jika traffic meningkat prioritas akan diberikan pada data yang datang dari client dengan CIR yang lebih tinggi.

Frame relay addressing :

Frame relay menggunakan Data-link Connection Identifier ( DLCI ) untuk setiap circuit virtual :

1. Range DLCI antara 16 dan 1007
2. DLCI mewakili koneksi antar dua piranti frame relay
3. Penyedia layanan frame relay memberikan DLCI saat virtual circuit di setup
4. Setiap DLCI adalah unik pada jaringan local akan tetapi tidak pada jaringan WAN secara keseluruhan.

Local Management Interface (LMI)

merupakan suatu set ekstensi management protocol yang mengautomasikan banyak tugas tugas management frame relay. LMI bertanggung jawab untuk memanage koneksi dan melaporkan status koneksi. Router cisco mengenal 3 jenis LMI yaitu :
1. Cisco
2. ANSI
3. Q933a

Jika anda menghubungkan router dengan jaringan frame relay, interface router mempunyai koneksi langsung ke switch frame relay pada sisi penyedia frame relay. Walaupun hanya terdapat satu koneksi fisik antar router dan frame relay, frame relay mendukung multiple circuit virtual. Ada dua opsi saat mengkonfigurasikan koneksi frame relay atau circuit :

1. Point to point, yang mensimulasikan suatu sambungan leased line ( suatu sambunga langsung dengan piranti tujuan.
2. Multipoint, yang menghubungkan setiap circuit untuk berkomunikasi dengan lebih dari satu piranti tujuan.

Saat mengkonfigurasikan router untuk koneksi frame relay, nomor DLCI bertindak sebagai address pada layer Data link dan layer Physical. Karena frame relay mendukung protokol - protokol layer bagian atas, anda perlu mengasosiasikan logical, address tujuan layer network dengan nomor DLCI yang digunakan untuk mencapai address tersebut. Untuk koneksi multipoint anda mempunyai opsi konfigurasi sebagai berikut :

1. Asosiasikan DLCI secara dynamic dengan protocol inverse-ARP untuk mendapat address tujuan secara dynamic.
2. Petakan address secara manual ke DLCI dengan mengidentifikasikan address dari masing - masing piranti tujuan.

Sumber: 
http://pratamanugraha.blogspot.com/2010/03/apa-itu-frame-relay.html

PPP Protokol

Apa itu PPP protocol?

PPP (point to point) protocol yang merupakan salah satu jenis koneksi WAN  dalam suatu jaringan komputer internetwork, adalah protocol point-to-point yang pada awalnya di kembangkan sebagai method encapsulation pada komunikasi point-to-point antara piranti yang menggunakan protocol suite. Protocol ini menjadi sangat terkenal dan begitu banyak diterima sebagai metoda encapsulation WAN khususnya dikarenakan dukungannya terhadap berbagai macam protocol seperi IP; IPX; AppleTalk dan banyak lagi.

Fitur PPP

Berikut ini adalah fitur kunci dari protocol ini:
  1. PPP beroperasi melalui koneksi interface piranti Data Communication Equipment (DCE) dan piranti Data Terminal Equipment (DTE).
  2. Dapat beroperasi pada kedua modus synchronous (dial-up) ataupun asynchronous dan ISDN.
  3. Tidak ada batas transmission rate
  4. Keseimbangan load melalui multi-link
  5. LCP dipertukarkan saat link dibangun untuk mengetest jalur dan setuju karenanya.
  6.  Mendukung berbagai macam protocol layer diatasnya seperti IP; IPX; AppleTalk dan sbgnya.
  7. Mendukung authentication kedua jenis clear text  PAP (Password Authentication Protocol) dan enkripsi CHAP (Chalange Handshake Authentication Protocol)
  8. NCP meng-encapsulate protocol layer Network dan mengandung suatu field yang mengindikasikan protocol layer atas.

Korelasi PPP dengan OSI

Diagram berikut menunjukkan bagaimana PPP protocol dihubungkan dengan model OSI.
PPP Protocol vs model OSI
PPP Protocol vs model OSI
Spesifikasi PPP berakhir pada layer Data link. NCP (Network COntrol Protocol) mengijinkan PPP mendukung protocol-2 layer bagian atas seperti IP; IPX; APleTalk dll. Fleksibilitas inilah yang membuat protocol ini menjadi begitu popular. NCP bertindak sebagai interface antara Data Link layer  dengan jaringan. PPP menggunakan NCP untuk meng-encapsulate paket-2 layer Network. Sementara Paket mengandung Header yang mengindikasikan pemakaian protocol layer Network.
Link Control Protocol (LCP) merupakan sayu set layanan-2 yang melaksanakan setup link dan administrasi meliputi:
  1. Testing dan negosiasi Link
  2. Kompresi
  3. Authentication
  4. Deteksi error
Saat sesi dimulai, piranti-2 bertukar paket LCP untuk negosiasi layanan-2 pada yang terdaftar disini. Spesifikasi PPP protocol tidak mengandung standard layer Physical. Akan tetapi dapat berjalan pada bermacam-2 standard physical synchronous dan asynckronous termasuk:
  1. Serial asynchronous seperti dial-up
  2. ISDN
  3. Serial synchronous
  4. HIgh Speed Serial Interface (HSSI)
PPP membentuk komunikasi dalam tiga fase:
  1. Membuka link dan membentuk sesi dengan saling bertukar LCP
  2. Membentuk opsi authentication melalui PAP atau CHAP, CHAP sangat direkomendasikan.
  3. Setuju dengan protocol layer diatasnya (IP; IPX; AppleTalk; dll)

Konfigurasi

Default protocol point-to-point untuk router Cisco adalah HDLC (High-Level Data Link Control) yang mana umum dipakai pada leased line seperti T1; T3 dll, akan tetapu HDLC tidak support authentication. KDLC adalah patennya Cisco jadi bukan standard industry, jadi hanya bisa dipakai sesame Cisco saja.
Bagaimana cara untuk enable nya? Berikut ini adalah implementasi nya:
Router# configure terminal
Router (config)# interface serial 0
Router (config-if) # encapsulation ppp
Router (config-if) # exit
PPP protocol diinisialisasi dan di enable pada interface serial 0. Langkah selanjutnya adalah men-set jenis authentication yang dipakai:
Router (config) # int s0
Router (config-if) # ppp authentication pap
Or you can use the CHAP authentication method.
Router (config-if) # ppp authentication chap
Router (config-if) # ^Z
Router # show int s0
CHAP direkomendasikan sebagai metoda authentication PPP, yang memberikan suatu authentication terenkripsi dua arah yang mana lebih secure daripada PAP. Jika jalur sudah tersambung, kedua server di masing-2 ujung saling mengirim pesan ‘Challenge’. Segera setelah pesan ‘Challenge’ terkirim, sisi remote yang diujung akan merespon dengan fungsi ‘hash’ satu arah menggunakan Message Digest 5 (MD5) dengan memanfaatkan user dan password mesin local. Kedua sisi ujung router harus mempunyai konfigurasi yang sama dalam hal PPP protocol ini termasuk metoda authentication yang dipakai.
Router (config) # username router password cisco
Router (config) # interface serial 0
Router (config-if) # encapsulation ppp
Router (config-if) # ppp chap hostname router
Router (config-if) # ppp authentication chap
Cara konfigurasi authentication jika digunakan metoda CHAP bisa dijelaskan dalam diagram berikut:
PPP protocol - CHAP authenticatin
PPP protocol – CHAP authenticatin
  • Konfigurasi kedua router dengan username dan password
  • Username yang dipakai adalah hostname dari router remote
  • Password yang dikonfigurasikan haruslah klop sama

Sumber: http://www.jaringan-komputer.cv-sysneta.com/ppp-protocol

Layer 3 Switching

Apa itu layer 3 Switching?

Layer 3 Switching memungkinkan komunikasi antar VLAN atau antar segmen jaringan dengan kecepatan tinggi mendekati kecepatan komunikasi kabel Ethernet pada umumnya. Komunikasi antar jaringan pada layer 3 biasa menggunakan piranti Routeryang umum digunakan untuk komunikasi antar site lewat WAN Cloud.
Salah satu piranti Layer 3 Switching adalah GSM7324 NETGEAR layer 3 Switch. Layer 3 Switching sangat berguna untuk mengurangi latensi dan meningkatkan kinerja komunikasi antar segmen di suatu jaringan berskala business sedang sampai jaringan corporasi yang complex.

Jaringan multi segmen

Kita bisa meningkatkan kinerja LAN dengan menggunakan backbone links kecepatan tinggi Gigabit dan juga menggunakan Switch LAN dengan performa tinggi. Untuk jaringan multi-segmen pemakaian Layer 3 Switching akan sangat meningkatkan kinerja komunikasi antar segmen dengan latensi minimal. Semua links seharusnya dimaksimalkan untuk throughput dan semua masalah bottleneck harus diselesaikan. Technology yang menggunakan Link Agregasi memberikan suatu cara untuk skalabilitas kebutuhan bandwidth LAN. Adopsi Gigabit dan backbone 10GE dimasa depan akan menjamin skalabilitas LAN dan memberikan integrasi yang mulus untuk layanan jaringan yang ada sekaranga maupun di masa mendatang. Anda bisa mempertimbangkan GSM7324 NETGEAR layer 3 Switch.

Routing antar VLAN

Penggunaan layer 3 Switching akan dapat membantu menyelesaikan masalah latensi komunikasi antar segmen dan juga batasan kinerja yang biasa digunakan oleh paket filtering yang menggunakan routing berdasarkan processor. Layer 3 Switching adalah technology LAN yang digunakan untuk meningkatkan kinerja routing antar VLAN dan tercapainya kecepatan forwarding transparent.NETGEAR GSM7324 layer 3 Switch memberikan semua akan kebutuhan Switching Layer 3.

Kebutuhan minumum layer 3 Switch

Kebutuhan minimum standard untuk kinerja LAN dan Layer 3 Switching adalah sebagai berikut:
  1. Semua Links harus dimaksimalkan untuk throughput dan semua masalah bottleneck harus diselesaikan. Jika terdeteksinya masalah bottlenecks maka perlu dipertimbangkan untuk meng-upgrade link backbone yang bersifat critis dan segment2 server juga perlu diupgrade. Tentunya ada mekanisme untuk menganalisa troughput dari Switcing dan Routing.
  2. Untuk mencapai suatu kinerja tinggi dalam komunikasi antar LAN atau antar VLAN maka solusi pemakaian Layer 3 Swicthing sangat diperlukan.
  3. Suatu Layer 3 Swicting setidaknya menawarkan rate forwarding pada atau diatas 5 sampai 10 Mpps (Million packets per second) atau bisa diskalakan pada kecepatan yang didapatkan pada jaringan LAN 100/1000 Mbps.
  4. Suatu layer 3 Switching setidaknya juga memberikan access-list extended (paket filtering) Checking In Silicon untuk meningkatkan kecepatan forwarding paket dan mengurangi latensi jaringan. Link jaringan kecepatan tinggi bisa menggunakan layanan Ethernet Gigabit. Kecepatan Links lebih jauh bisa ditingkatkan dengan menggunakan teknologi Ether Channel technologies (FEC\GEC). Teknologi ini bisa memberikan pipa data yang lebar masing2 sekitar 800 Mbps (untuk FEC) atau 8 Gbps (untuk GEC)

Routing secara hardware

Jika diperlukan troughput routing kecepatan tinggi untuk komunikasi internetwork atau antar VLAN maka pemakaian Layer 3 Switching harus digunakan. Layer 3 Switcing adalah solusi routing secara hardware (Silicon) dengan kinerja yang sangat tinggi yang bisa memberikan solusi routing paket dengan kecepatan tinggi dengan latensi rendah. Routing secara konvesional adalah berdasarkan processing CPU yang menghasilkan kecepatan routing rendah (kurang dari 500 Kbps), sementara beberapa implementasi dari Layer 3 Switcing bisa memberikan kecepatan forwarding paket pada atau diatas 15 Mpps atau setara kecepatan teknologi Ethernet 100/1000 Mbps.

Multi layer switching

Multi-layer switching (MLS) adalah Switching hardware yang bisa melakukan Switching layer-2, layer-3 dan layer-4 atau bahkan layer lebih tinggi lainnya. Hal ini adalah sangat penting jika dalam satu perangkat tunggal diperlukan untuk memberikan switching dan routing didalam LAN dengan kinerja yang tinggi. Layer-4 Switching adalah penting jika keterbatasan masalah kinerja dan latensi paket filtering lewat extended access-list perlu diatasi.
Normal paket filtering berdasarkan processor adalah kinerja operasi sangat intensive, dengan dilakukan banyak paket test akan menghambat throughput paket. Multi Layer Switching akan mengatasi overhead kinerja dengan mengidentifikasikan aliran paket yang valid, paket di routing sekali dan secara bergiliran semua paket di Switching kedalam aliran.
Performa jaringan seharusnya di optimalkan dengan cara yang effektif agar memadai untuk kebutuhan kinerja jaringan saat ini maupun dimasa mendatang. Bottlenecks jaringan seharusnya di selesaikan agar kinerja jaringan menjadi lebih baik begitu juga response time aplikasi.
Dengan tidak menggunakan Layer 3 Switching antar segmen jaringan performa tinggi, maka bottleneck routing akan tidak terhindarkan.
 

NETGEAR GSM7324 layer 3 Switch

Netgear layer 3 switch GSM7324
Berikut ini adalah GSM7324 Netgear layer 3 Switch yang merupakak Layer 3 Switch penuh dengan fungsional Gigabit dengan harga terjangkau. GSM7324 Netgear layer 3 Switch ini adalah switch dengan management full memberikan fitur Layer 3 yang anda harapkan, troughput maksimal dan fleksibilitas tuntutan jaringan2. GSM7324 Netgear layer 3 Switch sangat ideal untuk backbone links Swicthes kecepatan tinggi, server Gigabit, atau untuk tuntutan jaringan semua Gigabit.

Switching layer 2 dan 3

GSM7324 Netgear layer 3 Switch memberikan switching fungsional Layer-2 dan Layer-3 yang bisa di manage dikombinasikan dengan kualitas layanan L2/L3/L4, pembekalan bandwidth, dan fitur access control memungkinkan telephoni VoIP, video converancing, dan aplikasi hemat biaya lainnya.

Fitur utama

Fitur berikut ini menjadikan GSM7324 Netgear layer 3 Switch sebagai inti semua tuntutan jaringan Gigabit.
  1. Kemampuan routing: routing IPv4 pada kecepatan Ethernet, dengan routing sampai 512 route per unit; VRRP (IP redundancy), ICMP, RIP I dan RIP II, OSPF, dan DHCP/BOOTP relay
  2. Kemampuan Switching: Port trunking, proteksi STP broadcast storm, extensive VLAN support, IGMP snooping, Rapid Spanning Tree, dan link aggregation
  3. Fitur kualitas layanan: DiffServ, access control lists, dan pembekalan bandwidth menggunakan informasi L2, L3, dan L4.

    sumber : http://www.jaringan-komputer.cv-sysneta.com/
 
 
 

WAN enkapsulasi

Methoda encapsulation jaringan WAN

Protocol layer fisik WAN menspesifikasikan metoda hardware dan bit sinyal. Protocol layer Data link mengendalikan beberapa atau semua fungsi2 berikut:
  • Error checking dan koreksi
  • Pembentukan link
  • Komposisi frame-field
  • Point-to-point flow control
Protocol2 layer Data link juga menjelaskan metoda encapsulation atau format frame. Metoda encapsulation WAN umumnya adalah HDLC (high level data link control). Tergantung pada layanan WAN dan metoda koneksi, beberapa metoda encapsulation meliputi:
  • Cisco HDLC untuk synchronous, koneksi point-to-point dengan router Cisco
  • LAPB untuk jaringan2 X.25
  • LAPD dalam kombinasi dengan protocol lain untuk channel B dalam jaringan ISDN
  • PPP untuk akses LAN dial-up, jaringan WAN circuit-switched dan jaringan ISDN
  • Cisco/IETF untuk jaringan frame relay