CABLING :
1.
Wall Plate
Disediakan sebagai ujung (endpoints) untuk kabel horizontal dengan begitu dapat membantu mengatur kabel, melindungi pengkabelan dari user. Wallplate bisa memiliki keluaran untuk UTP, Fiber Optic, Coaxial ataupun audio
visual.
2.
Conduit
Pipa berbahan metal ataupun tidak, fleksibel/ tetap dan membentang
diarea kerja ke wiring closet. Salah satu keuntungannya ialah untuk menjaga kabel agar terhindar dari gangguan binatang maupun
bencana. Maksimal isi didalamnya ialah 60% dari diameter conduitnya. Menganut system ANSI/EIA/TIA 569 A dimana
semua kabel
harus menggunakan conduit mau itu untuk telekomunikasi maupun untuk kelistrikan.
Sumber
: http://static.dezeen.com/uploads/2008/07/conduit-restaurant-by-stanley-saitowitz-0801026.jpg
3.
Cable Trays
Alternatif dariconduit, dipakai untuk menagatur rute kabel. Biasanya seperti rak kabel yang digunakan untuk sandaran kabel, kabel hanya dibaringkan di Cable Tray agar mudah dalam proses troubleshot. Standar yang digunakan
ialah ANSI/EIA/TIA 569 A
4.
Race Way
Cabling
Tipe spesial dari conduit yang
digunakan untuk meratakan kabel horizontal. Biasa dipasang di luar
tembok, biasnya raceways dibuat perkomponen. Dalam
menggunakan race ways kita perlu memperhatikan pembelokan agar cocok dengan media
kabel yang digunakan. Dalam fiber optic belokan dapat menyebabkan retak atay cacat lainnya maka dari itu berhati-hatilah dalam
menggunakan race ways.
5.
Wiring
Closet
Tempat dimana jaringan dimulai. Wiring closet ialah pusat dari pengkabelan sesuai standar ANSI/EIA/TIA 569 B .Nama lainnya ialah : MDF (Main Distributin Frame)
/ MCC (Main Cross Connect).



